Nasihat untuk Waria

gaulislam edisi 189/tahun ke-4 (4 Rajab 1432 H/ 6 Juni 2011)


Sobat muda muslim, selama ini waria alias wadam alias banci emang amat akrab dengan dunia malam dan pinggiran jalan. Berbaur dengan para penjaja cinta dan hawa nafsu di keremangan malam dan temaram lampu jalanan. Biasanya begitu ada petugas tramtib, mereka larinya paling kenceng. Maklum, secara fisik mereka memang laki-laki. Tetapi kini para waria berani tampil beda. Ada yang pernah mencalonkan dirinya jadi anggota legislatif daerah, ada yang berani menulis buku menyuarakan pendapatnya memilih jadi waria, di televisi makin banyak orang yang memerankan (atau memang sudah?) jadi waria, ada penyelenggaraan khusus untuk kontes waria seperti gelaran Miss Waria, bahkan ada yang nekat akan menikah sesama waria. Wah, gimana jadinya ya kalo pria nikah dengan pria lagi? Ada-ada saja! Padahal manusia kan berkembang biak secara generatif, bukan vegetatif alias bertunas kayak pohon pisang atau membelah diri kayak molusca. Tul nggak?

Menurut Guru Besar Psikologi UGM Prof Dr Koentjoro, ketika ditanya alasan orang yang menjadi waria, hal itu bisa diakibatkan bila peran ibu dalam mengasuh anaknya lebih besar dan memperlakukan anak laki-laki layaknya perempuan. Mungkin dalam kehidupan keluarga mayoritas perempuan sehingga jiwa yang terbentuk adalah jiwa perempuan (www.jawapos.com, 08/06/2005)

Beliau juga menjelaskan bahwa, kecenderungan menjadi waria lebih diakibatkan oleh salah asuh atau pengaruh lingkungan sekitarnya. Bukan penyakit turunan atau karena urusan genetik. Ini pun diakui oleh Merlyn Sopjan—waria, penulis buku Jangan Lihat Kelaminku (Republika, 29/10/2004)

Bro en Sis, Allah Swt. hanya menciptakan dua jenis kelamin bagi manusia. Laki-laki dan wanita. Itu saja. Nggak ada jenis ketiga. Firman Allah Swt. (yang artinya):  “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah mencip­takan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.” (QS an-Nisâ [4]: 1)

Berdasarkan keterangan ayat ini amat jelas bahwa Allah Swt. hanya menciptakan manusia berpasangan, yakni laki-laki dan wanita. Nggak ada jenis ketiga. Apalagi yang sekarang disebut waria, yang emang udah jelas-jelas laki yang berlagak dan merasa menjadi perempuan. So, waria emang tidak diciptakan. Itu sebabnya, menjadi waria itu adalah berdosa. Continue reading “Nasihat untuk Waria”