Lead, alias teras berita adalah sebuah tulisan pembuka yang menjadi titik penting bagi pembaca. Lead yang menarik, sangat boleh jadi akan merangsang pembaca untuk terus membaca isi berita atau artikel yang kita buat. Kalo leadnya kurang menarik, pembaca akan mengucapkan “wassalam” saja. Mereka merasa cukup membaca sebatas judul, atau satu kalimat atau alinea di depan yang tak menarik itu. Jadi, perlu mendapat perhatian juga supaya tulisan yang kita buat mampu menggoda pembaca untuk melanjutkan bacaannya. Yup, boleh dibilang selain judul, lead adalah jajanan yang ‘wajib’ memikat hati pembaca. Itu sebabnya, lead menjadi begitu penting, meski tidak pokok tentunya. Dalam dunia jurnalistik, kita bakal menemukan beberapa jenis lead. Berdasarkan pengalaman saya dalam menulis dan mengamati perkembangan media, ada empat jenis lead: lead berita langsung, lead pernyataan, lead peristiwa, dan lead untuk feature (berita ringan/berita kisah). Untuk feature insya Allah kita bahas secara khusus dalam tip berikutnya. Tuluykeun Maca »
| Assalaamu’alaikum wr wb
21 Nopember 1999. Pagi sangat cerah waktu itu. Aku deg-degan. Perasaan tak karuan. Harap dan cemas berkumpul jadi satu. 25 tahun lebih usiaku saat itu. Diantar orang tua dan kerabat dekat serta kawan seperjuangan dalam dakwah, aku melangkah menuju gerbang hidupku yang baru. Melepaskan status lajangku. Tak kusangka, aku seberani itu mengambil keputusan. Tapi, aku yakin Allah Swt. pasti sudah punya rencana untukku. Jalan yang berliku telah aku lalui untuk bisa sampai pada hari itu. Ternyata, mimpiku jadi kenyataan. Pasti Allah Swt. menyiapkan segalanya agar aku bisa melaluinya dengan benar dan baik. Insya Allah.
Masih ingat saat aku begitu lancar mengucapkan janji di depan calon bapak mertua yang menjadi wali pernikahan putrinya, calon istriku. Tak sampai hitungan 1 menit, segalanya beres. Lega bagiku. Semua berdoa mengiringi proses akad nikahku dengan seorang gadis pilihanku, yang telah Allah Swt. anugerahkan kepadaku. Bahagia. Doa-doa terus ditaburkan orang tuaku, kerabat dekat, dan kawan-kawan seperjuangan yang ikut menyaksikan dan mengantarkan aku memulai hidup baru. Membangun rumah tangga. Meniti jalan sunnah nabi. Ikatan yang sah dalam pernikahan yang diridoiNya. Untuk berbagi cinta, berbagi peduli, berbagi kepercayaan, berbagi tanggung jawab, berbagi suka dan duka, berbagi ilmu dan tentunya berbagi masalah dengan pasangan hidupku. Selama mungkin, semampu yang kami bisa menjaganya, dan berharap ridhoNya agar kami tetap bersama, sampai nanti sampai mati. Tuluykeun Maca » |
Dimuat dina Catatan Harianku | Tag 10 tahun, pernikahan, rumah tangga | 1 Pairan »
“Saya belum menemukan solusi untuk penyelesaian masalah yang selama ini dihadapi, baik dari psikiater maupun dokter jiwa. Namun, hanya saya dapatkan di agama Islam.”Majalah Paris Match edisi 8 Oktober 2009 lalu, dalam salah satu artikelnya menurunkan tulisan mengenai keputusan penyanyi Rap asal Prancis, Diam’s alias Melanie Georgiades untuk mengenakan jilbab. Semenjak mengenakan jilbab, Diam’s tidak pernah meninggalkan rumah tanpa menutupi rambutnya.
Tak hanya itu, rapper Prancis ini juga menolak bersalaman dan berciuman dengan selain muhrimnya. Paris Match juga melaporkan perihal aktivitas Diam’s yang tengah mengikuti shalat Jumat di Masjid Gennevilliers yang selama ini terkenal menyebarkan Islam secara toleran, sehingga dapat diterima oleh masyarakat setempat.
Sebelumnya majalah berita mingguan di Prancis ini pernah memuat foto Diam’s yang mengenakan jilbab dan keluar dari sebuah masjid di wilayah ibu kota Paris. Foto tersebut diambil secara sembunyi-sembunyi oleh fotografer majalah tersebut pada 8 September 2009 lalu, ketika Diam’s baru keluar dari Masjid Gunfille di bilangan Timur Laut Paris, dengan ditemani suaminya. Dalam foto itu, Diam’s berpenampilan sangat kontras dari penampilan-penampilannya di layar televisi sebagai penyanyi rap. Kali ini, Diam’s sungguh terlihat sebagai seorang Muslimah tulen dengan mengenakan baju kurung (abaya) dan jilbab panjang berwarna hitam. Tuluykeun Maca »
Dimuat dina Kisah Mualaf | Tag hidayah, islam, kisah muamalaf, Melanie Georgiades, muslim | Leave a Comment »
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”[QS Luqman [31]: 14]
| Bersyukurlah bila ortu kita masih ada dan lengkap dalam ikatan keluarga kita. Karena ini akan membuat kita tidak saja sebagai anggota sebuah keluarga, tapi juga bagian dari kehidupan keluarga besar. Kalo ayah dan ibu masih ada, kita bisa bercanda, bisa curhat, bisa ngobrol dari mulai yang remeh-temeh sampe yang berat, hang-out alias jalan bareng ke luar rumah, sampe mecahin masalah berat bersama-sama. Wis, pokoknya kompak dan asyik banget dalam suka dan duka. Tanpa kita sadari, ternyata kita juga jadi banyak belajar tentang kehidupan dari mereka. | Namun sayangnya, banyak di antara kita yang kurang memanfaatkan momen-momen indah seperti ini. Justru saat keluarga kita ada, yang terjadi adalah ketidak-akuran, bukan kebersamaan dalam ikatan persahabatan dan kekerabatan. Sehingga ketika semuanya hilang, tak ada yang bisa dibanggakan untuk dikenang. Sayang banget kan? |
Dimuat dina Percikan | Tag hormat, orang tua | 2 Pairan »
Bagi teman-teman pengunjung setia blog saya ini yang kebetulan memerlukan tentang Berbakti kepada Orangtua, silakanslide presentasi dalam format Powerpoint [unduh di sini]Ini naskah presentasi saya. Silakan dimanfaatkan. Terima kasih.
Salam,
O. Solihin
Dimuat dina Download Presentasi | Tag anak shalih, berbakti, islam, orang tua | 1 Pairan »
Ogi duduk manis di barisan kursi yang tertata rapi sambil menunggu giliran dipanggil namanya oleh petugas loket pembayaran rekening listrik. Kebetulan Ogi sekolah siang hari. Jadi pagi-pagi udah bisa ngantri untuk bayar tagihan listrik. Ogi dapet nomor antrian 99. Sementara yang sedang dipanggil adalah nomor 50. Jadi masih cukup lama nungguin. Daripada bengong, Ogi baca buku kesayangannya. Sebuah komik. Tapi Ogi nggak mau tahu. Ia nggak pernah jaim. Pokoknya, kalo emang suka ya ia bakalan baca. Komik yang sedang Ogi baca adalah Kobo Chan. Hihihi.. udah segede gitu masih baca komik anak-anak.
“Geser tempat duduknya dong!” seorang bapak dengan asap mengepul dari dalam mulutnya. Jari tangannya menjepit sebatang rokok merek terkenal.
“Hhh.. nggak sopan. Bau naga lagi!” Ogi ngedumel dalam hati. Tapi ia tetap menggeser posisi duduknya untuk memberi ruang kosong kepada si bapak tersebut.
“Kamu kok nggak sekolah, malas sekolah ya? Jangan malas, negeri ini masih butuh banyak orang pinter” si bapak dengan kumis tebel melintang di atas bibirnya ini tiba-tiba nyeramahin Ogi.
“Maaf ya, Pak, tolong matikan dulu rokoknya. Ini kan tempat umum,” Ogi tiba-tiba bersuara dan mengagetkan si bapak tersebut. Tapi rupanya si bapak nggak terima. Matanya mendelik kayak mo keluar. Tuluykeun Maca »
Dimuat dina Serial OGI | Tag Cerpen, o solihin, reality show, Serial OGI | Leave a Comment »
gaulislam edisi 108/tahun ke-3 (28 Dzulqaidah 1430 H/16 Nopember 2009)
Dalam sebuah acara reality show di salah satu tv swasta di negeri ini, ditayangkan kisah hidup ‘orang-orang kecil’ yang nun jauh di desa. Nyaris jauh dari sebuah peradaban yang katanya modern. Lengkap ditampilkan dengan seluk beluk perjuangannya untuk bisa survive dalam hidup. Apa pekerjaannya? Bertani, bikin perkakas rumah tangga atau kerajinan tangan, atau malah jadi buruh kasar, sampai kerja serabutan sedapetnya. Dengan penghasilan yang nggak seberapa.
Kebetulan, tokoh yang dipilih udah sepuh alias nenek-kakek atau ibu-bapak paruh baya yang tinggal di sebuah tempat nggak layak huni.. Presenter acara ini dipilih bergantian dari anak-anak muda yang profesinya beragam: mulai mahasiswa, model, anak band, dj, sampai pengusaha. Dalam acara ini mereka kudu ikut ‘magang’ ngelakuin aktivitas si tokoh cerita sehari-hari selama beberapa waktu.
Dimuat dina Buletin GAUL Islam, Tahun III/2009-2010 | Tag anak muda, entrepreneur, islam, remaja, wirausaha | Leave a Comment »
Dimuat dina Rileks ah... | Tag anggodo, bank century, bibit-chandra, cicak vs buaya, ketika cicak bersaksi, kpk, polri, susno, tim 8 | 2 Pairan »
Assalaamu’alaikum wr wb
Ada tulisan yang bagus dan menarik untuk menambah wawasan keilmuan kita, khususnya tentang Imam al-Ghazali, jihad dan Perang Salib. Tulisan ini dibuat oleh Dr Adian Husaini. Saya mengambilnya langsung dari website beliau, [di sini]. Teman-teman bisa membacanya di bawah pesan yang saya tulis ini. Semoga bermanfaat.
Salam,
O. Solihin
===
| Al-Ghazali, Perang Salib, dan Kebangkitan Islam
Oleh Dr Adian Husaini Perang Salib dimulai pada 1095. Pada 50 tahun pertama, Pasukan Salib berhasil mendominasi peperangan. Kekuatan kaum Muslim porak-poranda. Sebagian jantung negeri Islam, seperti Syria dan Palestina ditaklukkan. Ratusan ribu kaum Muslim dibantai. Pasukan Salib yang memasuki Jerusalem (1099) kemudian melakukan pembantaian besar-besaran terhadap penduduk Kota Suci itu. Di Masjid al-Aqsha terdapat genangan darah setinggi mata kaki, karena banyaknya kaum Muslimin yang dibantai. Fulcher of Chartress menyatakan, bahwa darah begitu banyak tertumpah, sehingga membanjir setinggi mata kaki: “If you had been there your feet would have been stained to the ankles in the blood of the slain.” Seorang tentara Salib menulis dalam Gesta Francorum, bagaimana perlakuan tentara Salib terhadap kaum Muslim dan penduduk Jerusalem lainnya, dengan menyatakan, bahwa belum pernah seorang menyaksikan atau mendengar pembantaian terhadap ‘kaum pagan’ yang dibakar dalam tumpukan manusia seperti piramid dan hanya Tuhan yang tahu berapa jumlah mereka yang dibantai: “No one has ever seen or heard of such a slaughter of pagans, for they were burned on pyres like pyramid, and no one save God alone knows how many there were.” (David R. Blanks and Michael Frassetto (ed), Western Views of Islam in Medieval and Early Modern Europe, (New York, St. Martin’s Press, 1999)). Begitu dahsyatnya pembantaian terhadap kaum Muslim ketika itu. Karena itulah, banyak yang kemudian mempertanyakan sikap dan posisi al-Ghazali dalam Perang Salib dan juga konsepsinya tentang jihad, dalam makna qital (perang) melawan musuh yang jelas-jelas sudah menduduki negeri Muslim. Sebagai contoh, Robert Irwin, dalam artikelnya berjudul “Muslim responses to the Crusades” (1997), menyebutkan, bahwa meskipun al-Ghazali sempat berkunjung ke berbagai tempat suci Islam, termasuk Masjid al-Aqsha pada tahun 1096, tetapi ia tidak pernah menyebut tentang masalah pasukan Salib dalam berbagai tulisannya. Tuluykeun Maca » |
Dimuat dina Tulisan Teman | Tag al-ghazali, jihad, perang salib, yerusalem | 2 Pairan »
Assalaamu’alaikum wr wb
Bagi teman-teman yang ingin belajar tajwid, silakan mengoleksi file dalam format flash ini untuk menjadi rujukan dalam mencari ilmu, khususnya tentang tajwid ini. Langsung saja deh, nggak pake lama [unduh di sini]. Semoga bermanfaat.
Salam,
O. Solihin
Dimuat dina Download Presentasi | Tag belajar tajwid, islam | 1 Pairan »
Awalnya membenci, namun akhirnya jatuh hati. Pemuda India ini siap berada di garda terdepan, menjadi pembela agama Allah ini.
Awalnya Muhammed Umar Rao sangat membenci umat Islam. Namun, setelah membaca kitab suci Alquran, pria India ini justru menemukan apa yang ia cari selama ini, yang akhirnya berujung pada suatu keputusan besar yang diambilnya. Rao memutuskan untuk memeluk Islam di usianya yang terbilang masih remaja, yakni sekitar 18 tahun. ”Saya merasa diberkati dengan agama Allah ini,” ujarnya singkat.
Berasal dari keluarga kelas menengah berkasta Brahma, sejak kecil Rao sudah dididik dengan ajaran dan nilai-nilai Hindu. Pendidikan agama ini ia peroleh langsung dari bimbingan salah seorang pamannya dari pihak ibu. Sementara keluarga besarnya memang dikenal sebagai keluarga yang sangat membenci umat Islam. Karenanya, tak mengherankan jika ia tumbuh menjadi seorang pemeluk Hindu yang fanatik.
Di usianya yang masih belia, Rao bergabung dengan salah satu kelompok politik nasionalis Hindu terbesar di India, Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS). Di India, RSS dikenal sebagai kelompok Hindu garis keras yang sangat membenci umat Islam di sana. ”Saya selalu menebar kebencian terhadap Islam, termasuk di ruang publik sekalipun,” ungkapnya. Salah satu contohnya adalah Rao kerap mengencangkan volume musik yang sedang dinikmatinya manakala terdengar suara azan. Tuluykeun Maca »
Dimuat dina Kisah Mualaf | Tag hidayah, islam, mualaf, muhammed umar rao, muslim | 2 Pairan »
Jutaan keajaiban sudah tercipta seiring dengan tumbuhnya embrio dalam rahim seorang wanita. Pernahkah kita membayangkan wajah mereka di dalam rahim?
Hidayatullah.com–Ketika foto embrio manusia yang sedang berkembang karya Lennart Nilsson pertama kali ditampilkan di majalah Life pada tahun 1965, gambarnya menimbulkan kehebohan. Hanya dalam hitungan hari, sebanyak 8 juta segala hasil cetakan (koran/majalah) yang memuatnya terjual habis.

Embrio berusia 5 minggu. Diperkirakan panjangnya 9 mm. Tahap pembentukan wajah, dengan mulut yang terbuka, lubang hidung dan mata
Dalam Basic Human Embryology oleh Williams P, rujukan yang biasa dipakai dalam bidang embriologi, dikatakan, “”Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran.”
Teknologi maju memungkinkan gambar embrio yang sedang berkembang diambil dengan hasil yang lebih jelas dan lebih besar. Gambar bisa diambil dengan menggunakan kamera konvensional yang dilengkapi lensa mikro. Atau bisa juga menggunakan alat endoskopi. Teknologi pemindaian mikroskop elektron memungkinkan Nilsson mengambil ratusan atau bahkan ribuan gambar embrio yang mengagumkan. Tuluykeun Maca »
Dimuat dina Percikan | Tag foto janin, janin, kehamilan | 5 Pairan »
Assalaamu’alaikum wr wb
Bagi teman-teman yang ingin ngeblog via wordpress, namun belum tahu dan belum paham bagaimana caranya, silakan koleksi e-book berisi panduan ngeblog dengan wordpress. Nggak usah bengong aja, kalo niat langsung aja [unduh di sini] dan [di sini]. Itu ada dua file (.rar) berisi 2 panduan. Semoga bermanfaat.
Salam,
O. Solihin
Dimuat dina e-Book | Tag ngeblog, panduan wordpress, tutorial | 1 Pairan »






































