Aduuuh Bro en Sis, jelas nih orang yang komen kayak gini urat pedulinya udah putus. Padahal sebagai seorang muslim, kita dituntut untuk saling mengingatkan, saling peduli. Kalo ada yang melakukan kebenaran didukung dan kalo ada yang ngelakuin kesalahan yang ditegur sampe dicegah (termasuk juga dihukum oleh pihak berwenang). Baca tuluyna »
Posted by …
Lara, Mantan Atheis Ini Dulu Protes Saat Islam Dipojokkan
Dari pembelaan itu, Lara mulai kembali untuk mengenal lebih dekat tentang Islam. Ia pun meminta kepada teman kuliahnya yang muslim guna mendapatkan buku tentang Islam. “Aku merasa apa yang dituliskan media banyak kekeliruan. Apa yang aku baca kian memperlihatkan kebenaran tentang Islam,” kata dia. Baca tuluyna »
Ayo, Benahi Diri dengan Islam!
Boys and gals, kalo sebagai remaja Islam masih saja mau terjerumus ke lembah kemaksiatan yang nista, itu sama aja kamu telah kehilangan jati diri sebagai seorang muslim. Bayangin nih, apa masih pantas dia disebut hamba Allah sedangkan bujuk rayu setan lebih diagung-agungkan daripada perintah dan larangan Allah Swt.? Baca tuluyna »
Masih Berminat Belajar Menulis? Ayo Sekarang!
Bagi Anda yang ingin belajar menulis dari nol atau Anda yang sudah pernah menulis tapi ingin mengasah kembali kemampuan menulisnya, Anda bisa mengikuti program Kursus Menulis Online yang saya kelola. Untuk Periode belajar bulan Juni dan Juli 2012 pendaftaran akan berakhir pada 31 Mei 2012 (untuk kelas Nonfiksi) dan untuk kelas Fiksi pendaftaran terakhir pada 4 Juni 2012. Baca tuluyna »
Shariffa Carlo, dari Benci Berubah Cinta Islam
Suatu hari, Shariffa bertemu dengan sekelompok muslim yang tengah berkunjung. Entah mengapa, Shariffa begitu berkeinginan kuat untuk bertemu dengan mereka. Ia pun terlibat diskusi tentang Islam dan Kristen. “Aku tidak lagi bisa membohongi kebenarannya. Aku tahu itu kebenaran sejati. Aku lalu mengambil keputusan, Alhamdulillah, aku ingin menjadi seorang muslim,” kenangnya haru. Baca tuluyna »
Dunia Nggak Selebar Daun Kelor
Yup, dewasalah! Sebagai remaja tentunya udah ngerti dan bisa milih antara baik-buruk, terpuji-tercela, aksi-reaksi, sebab-akibat, dan konsekuensi yang kudu diterima saat ngelakuin perbuatan yang udah jadi pilihan. Oya, asal elo tahu ya, nggak ada pilihan yang aman. Semua pilihan pasti ada risikonya. Risiko = masalah = ujian/tantangan. Pilih yang risikonya paling aman? Baca tuluyna »
Yusuf Islam: Kebenaran Itu Butuh Pengorbanan
Yusuf Islam adalah nama panggung dari Stephen Demetre Georgiou. Musisi kelahiran London, Inggris, 21 Juli 1948 itu lalu menganti namanya menjadi Cat Stevens hingga 1980-an. Sebagai Cat Stevens, ia berhasil menjual 40 juta album, kebanyakan pada tahun 1960-an dan 1970-an. Lagu-lagunya yang paling populer termasuk ‘Morning Has Broken’, ‘Peace Train’, ‘Moonshadow’, ‘Wild World’, ‘Father and Son’, ‘Matthew and Son’, dan ‘Oh Very Young’. Baca tuluyna »
Buka Topengmu, Sobat!
Amati dirimu di cermin! Apa yang kamu dapati tentang dirimu? Kamu punya wajah. Cantik? Syukurlah. Ganteng? Alhamdulillah. Jerawatan? Jangan marah. Tapi nggak mau jerawatan? Ya, ampelaslah wajahmu itu jika kamu nggak pede dengan dirimu. Mungkin karena kamu merasa lebih pede jika punya wajah selicin porselin yang sering diiklankan di tivi. Tetapi ingat, itu bisa saja palsu. Bukan dirimu. Baca tuluyna »
Huda Hodge: Konsep Tiga Tuhan Membingungkan
Dalam diskusi tersebut, Huda mengikuti perdebatan serius tentang apa yang terjadi pada orang-orang yang hidup sebelum Yesus datang. Mereka juga mendiskusikan tentang mengapa Allah yang penuh kasih dan penyayang membutuhkan pengorbanan Yesus untuk mengampuni dosa manusia. Juga, bagaimana bisa satu tuhan terwujud dalam tiga sosok berbeda. “Tetapi tidak ada jawaban yang tepat terkait masalah tersebut,” kenang Huda. Baca tuluyna »
Bete? Ngaji Aja!
Terus, berdasarkan survei kecil-kecilan nih, belum ada tuh anak ngaji yang bawaannya sutris melulu. Jarang ditemukan (atau memang nggak ada) anak ngaji yang kerap melamun en malas ngapa-ngapain. Kalo pun ada, biasanya tuh bocah sulit nyetel dengan komunitas anak ngaji. Kenapa sulit nyetel? Bisa aja niat gabungnya nggak mantep. Jadi masih angin-anginan. Tapi insya Allah kalo kita mantep, rasa-rasanya nggak bakalan sampe bete ikut ngaji. Betul lho. Baca tuluyna »
Yosephine Cristanti: Islam Itu Mudah dan Memudahkan
Bagi Yosephine Cristanti, menjadi seorang Muslim adalah sebuah anugerah yang tak terhingga. Setelah sepuluh tahun memutuskan untuk meninggalkan agama lamanya dan hijrah menjadi seorang Muslim, dirinya tidak memiliki keraguan sedikit pun tentang Islam, agama barunya. Baca tuluyna »
Jangan Korbankan Wanita!
Sekarang ini kaum wanita makin sering bicara soal martabat dan persamaan derajat dengan laki-laki (termasuk dalam RUU KKG). Ide-ide feminisme pun berkembang dengan lancar dan tampak mendapat sambutan yang antusias dari—tentu—kalangan wanita juga laki-laki yang setuju ide feminisme. Mereka berpikir bahwa sudah saatnya untuk menyamakan peran dengan laki-laki. Meski akhirnya tanpa disadari narus mengorbankan harga dirinya. Baca tuluyna »
Mustafa Davis: Memeluk Islam Setelah Membaca Surah Maryam
“Aku ingin mengembalikan hidupku pada jalurnya,” tulisnya dalam sebuah note dalam akun Facebook-nya, Becoming Muslim in America (dipublikasikan kembali oleh isamicsunrays.com dalam artikel berjudul Becoming Muslim: Five Words That Changed My Life). Menurut Davis, gaya hidupnya kala itu menjauhkannya dari kesuksesan, dan hanya agama yang mungkin mengubah hidupnya. “Aku harus kembali ke gereja,” ujar mantan pemeluk Katolik ini. Baca tuluyna »
Geng Motor Itu Teroris
Sengaja saya bagikan kembali KulTwit saya di Twitter malam ini dengan posting di blog saya. Semoga manfaatnya bisa dijangkau lebih luas lagi. Dalam posting ini sengaja sudah saya kelompokkan sehingga isinya utuh meski poin per poin. Selamat membaca. Baca tuluyna »
Ujian Nasional dan Produk Gagal Kapitalisme
Tujuan pendidikan dalam Islam adalah membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan tentu saja pandai menghiasi kehidupannya dengan amal shaleh. Lha, kalo sekarang? Duh, Kapitalisme udah menggerus kepribadian kita: akhlak yang rusak, termasuk kualitas penguasaan ilmu pengetahuannya yang kurang bagus. Jadi, kalo masih banyak pelajar yang nggak lulus UN, tentu kesalahan bukan cuma pada pelajar tersebut, tapi ideologi yang mengatur kehidupan ini yang wajib disalahkan. Baca tuluyna »